Sabtu, 19 Juni 2010

perjalanan ke ciganjur

sabtu, 19 juni 2010 - bertiga, kami berangkat dari bogor menuju ciganjur. seperti biasa, naik angkot. rute bogor - parung - depok - tanah baru - ciganjur. empat kali naik angkutan. berangkat sekitar jam 13.15, sampai di ciganjur sekitar jam 4 sore.

perjalanan terasa lebih cepat dari biasanya. karena berangkat lebih awal, sehingga tidak banyak terjebak macet di jalanan.
(priambodo)

Jumat, 18 Juni 2010

golkar (selalu) merapat ke kekuasaan?

Dalam pemilu legislatif 2009, Golkar gagal memperoleh suara mayoritas. Kegagalan yang sama dialami kembali, ketika kandidat pasangan presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) yang diusung partai berlambang pohon beringin itu hanya berada di urutan ketiga, berdasarkan hitung cepat (quick count) yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei atas hasil pemilu presiden (pilpres) awal Juli 2009 lalu.

Tak berapa lama setelah penghitungan cepat itu mengarah pada kenyataan kekalahan (sementara), beberapa pengurus Golkar langsung bereaksi, mengerucut pada satu kesimpulan bahwa pimpinan Golkar dianggap telah gagal menjalankan tugasnya. Utamanya dalam mengkonsolidasikan partai secara internal, sehingga tercipta kekuatan yang padu.

Meski pernyataan sikap resmi tentang langkah berikutnya akan diambil dalam Musyarawah Nasional (Munas) yang segera akan digelar, berbagai pernyataan yang dilontarkan langsung oleh jajaran petinggi Golkar maupun pihak-pihak lain mengarah pada hal yang sama, bernada seragam. Golkar tidak pernah menjadi oposisi. Selama ini, Golkar tidak memiliki pengalaman sebagai pihak yang berseberangan dengan Pemerintah atau pihak penguasa negeri ini. Golkar akan merapat ke pemenang pemilu atau pihak pemerintah.

Memang kita semua tahu, selama ini Golkar selalu menjadi rulling party. Partai yang memegang peran penting berkaitan dengan jalannya roda pemerintahan negeri ini. Apalagi ketika orde baru (orba) sedang berkuasa. Mereka pasti selalu menjadi pihak yang berkuasa dan mengatur kemana negeri ini akan dibawa.

Tidak salah memang bila Golkar kemudian tak ingin berseberangan dengan Pemerintah. Istilah mereka ”mendukung kebijakan yang baik-baik, namun akan mengkritisi hal-hal yang dinilai merugikan rakyat banyak”. Suatu janji akan bersikap mendahulukan kepentingan rakyat meski berada dalam biduk yang sama dengan pemerintah.

Namun, sebagai organisasi massa yang pernah memegang tampuk kekuasaan lebih dari 30 tahun, kita tidak bisa menutup mata dan melupakan begitu saja bahwa banyak sudah penyimpangan yang pernah mereka lakukan dan merugikan bagi rakyat. Salah satunya adalah yang dalam beberapa tahun belakangan ini sedang genjar diberantas, yaitu perbuatan korupsi.

”Terjadi kebocoran hingga 30 persen lebih atas anggaran pemerintah,” begitu yang pernah dilontarkan oleh begawan ekonomi Indonesia, Prof. Soemitro Djojohadikusumo (alm.). Tidak bisa dipungkiri bahwa berlama-lama memegang kekuasaan memang bisa membuat orang khilaf untuk melakukan penyimpangan, power tend to corrupt. Yang didahulukan adalah kepentingan individu dan kelompoknya, bukan kepentingan rakyat.

Misalnya, kasus cessie Bank Bali yang kini mencuat kembali. Setelah pimpinan di Bank Indonesia dijatuhi hukuman, yang kini dikejar-kejar dan sudah dinyatakan buron hanyalah Joko S. Tjandra, salah seorang pengusaha kelas kakap di tanah air. Perdebatan berkepanjangan yang terjadi lebih kepada kenapa Joko S. Tjandra bisa pergi ke luar negeri, sementara putusan ia menjadi terdakwa baru diumumkan beberapa hari kemudian. Bila mengatasnamakan kepentingan negara dan rakyat, mestinya diupayakan usaha yang kini ditinggalkan oleh sang buron diperuntukan demi membayar apa yang didakwakan kepadanya.

Sementara itu, kita tidak mendengar, apa hukuman yang dijatuhi kepada pengurus-pengurus Golkar yang dulu pernah dinyatakan terlibat seperti AA. Baramuli (alm.) dan Setya Novanto.

Ketika Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) masih ada, kasus ini menjadi bahan pembahasan yang berkepanjangan bersama anggota DPR. Bahkan hingga menyita habis waktu dan tenaga lembaga tersebut, sementara hasilnya tidak tuntas, hingga akhirnya selang sekitar 10 tahun kemudian dilakukan peninjauan kembali terhadap kasusnya, yakni memunculkan dakwaan kepada Joko S. Tjandra.

Kasus ini juga bisa menimbulkan gangguan bagi sektor perbankan. Pasalnya, Bank Bali sudah di-merger dengan 4 (empat) bank lainnya yang waktu itu dimiliki pemerintah melalui BPPN (Bank Universal, Bank Prima Express, Bank Arta Media, dan Bank Patriot) menjadi Bank Permata yang kemudian mayoritas sahamnya telah dijual oleh pemerintah, sementara dana yang diperdebatkan itu ada di dalamnya.

Selain kasus cessie Bank Bali itu, masih banyak daftar penyimpangan atau perbuatan yang merugikan pihak lain dan masyarakat yang telah dilakukan. Kasus Lapindo, sampai saat ini juga belum terselesaikan. Ganti rugi kepada warga yang kehilangan hartanya akibat luapan lumpur panas belum sepenuhnya terlaksana.

Belum lagi berbagai korupsi yang baru beberapa tahun ini gencar diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di berbagai departemen, yang melibatkan petinggi-petinggi institusi pemerintah yang bersangkutan. Juga, usaha-usaha yang menguasai perekonomian rakyat banyak yang dikuasai oleh pengusaha-pengusaha yang memiliki kedekatan dengan Golkar semasa partai itu berkuasa.

Boleh-boleh saja bila nanti Golkar ingin berkoalisi dengan partai-partai pendukung pemerintah di DPR. Namun yang perlu dijaga adalah koalisi tersebut tidak boleh menjadi bargaining power/position, alat tawar-menawar. Jangan sampai pemberantasan korupsi atau penindakan terhadap pelaku penyimpangan menjadi lemah karena Pemerintah memilih untuk menggolkan rencana kegiatannya yang perlu mendapat persetujuan suara mayoritas di DPR.(priambodo)

(tulisan ini dibuat tahun 2009)

Selasa, 15 Juni 2010

tulisan ku dimuat lagi di koran tempo

senangnya, tulisan ku dimuat lagi di koran tempo edisi 15 juni 2010. semoga ini bisa menjadi pendorong keaktifan ku menulis lagi.

Minggu, 13 Juni 2010

tim panser jerman gasak australia 4 - 0

tim panser jerman berhasil gasak tim australia di babak pertama piala dunia dengan skor 4 - 0. ketenangan tim panser membangun serangan dari belakang patut diberi acungan jempol. mereka dengan sabar mencari titik kosong yang dengan tiba-tiba bisa langsung masuk ke jantung pertahanan lawan untuk menciptakan peluang membobol gawang.

di menit-menit awal, tim australia sempat membuat gebrakan langsung. nampaknya, mereka berupaya untuk menguasai irama permainan. namun, ketenangan anak-anak muda tim panser yang memiliki disiplin tinggi justru mampu mengatur permainan hingga akhir babak pertama. skor 2 - 0 untuk kubu jerman di babak ini.

di babak kedua, permainan berjalan lebih cepat dan keras. sempat terlihat gaya permainan agak berubah. gaya langsung menyerang yang diterapkan tim australia sempat diimbangi oleh tim panser. tidak lama, jerman kembali ke gaya permainannya, dengan membangun serangan dari belakang.

sebagian besar serangan dibangun melalui sayap kanan. sekali-sekali melalui sayap kiri. crossing-crossing yang dilakukan secara disiplin akhirnya membuahkan hasil lagi. di babak kedua tim panser menambah 2 angka lagi. hingga akhir permainan, tim australia tidak dapat membobol gawang tim jerman meskipun mereka sempat menciptakan beberapa peluang.
(priambodo)